Santri Digital

Yeeey, akhirnya Santri Digital rilis juga. Alhamdulillah.

Dan ini ceritanya, ….

 

Beberapa hari lalu saya sempat bingung untuk memutuskan, hingga akhirnya setelah berbagai pertimbangan saya memutuskan tetap mengalokasikan budget untuk ikut e-course Kelas Jagoan Website dan membeli hosting plus domain. Hasilnya, santridigital.net hadir sebagaimana yang tulisan pertamanya sendang kamu baca sekarang.

Ada beberapa pertimbangan kenapa akhirnya saya memutuskan untuk ikut E-Course Kelas Jagoan Website, salah satunya adalah karena saya tertarik untuk belajar cara membuat Landing Page. Jadi ceritanya, sebelum ikut E-Course Kelas Jagon Website saya lebih dulu ikut Kelas Jagoan Landing Page. Setelah praktek ternyata salah satu hal yang menjadi prasyarat utama adalah mempunyai website sendiri yang berbasis wordpress. Atas pertimbangan tersebutlah maka saya memutuskan untuk ikut Kelas Jagoan Website.

Bukankah ikut e-course harus bayar padahal di Google sudah banyak yang bahas?

 

Dulu, saya berpikir bahwa belajar otodidak itu keren. Murah si karena memang kita gak mengeluarkan biaya. Namun setelah ikut beberapa e-course dan praktek sendiri saya menjadi sadar bahwa kita banyak kehilangan waktu. Sebagai contoh, ketika saya dulu punya blog sholihfikr.blogspot.com dan mencoba untuk menyeting menjadi domain sendiri di kehidupanku.net ternyata GAGAL. Karena sudah mencoba praktek tutorial ini itu dan gak berhasil, akhirnya nyerah.

Baru setelah 4-5 tahun saya mencoba lagi dengan blog berbeda dan menyeting di madsolihin.com akhirnya berhasil.

Berbeda jika saya ikut e-course yang disitu sudah dijelaskan step by step, kita tinggal ikuti alurnya tentu tak butuh waktu lama untuk kita akhirnya bisa. Sebagai contoh, Santri Digital ini adalah hasil praktek saat ikut Kelas Jagoan Website yang baru saya ikuti pada tanggal 12 Januari 2020. Artinya belum genap satu minggu.

Itulah alasan kenapa saya mau mengalokasikan budget untuk belajar. Karena menghemat waktu sekaligus saya sadar bahwa investasi terbaik adalah investasi ke dalam diri sendiri, yaitu ilmu.

Soal kenapa saya memilih nama santri, tidak lain karena santri itu merupakan sebuah sebutan yang membanggakan di kalangan pesantren. Minimal filosofi menjadi santri itu ya menjadi murid atau never stop to learning.

Harapannya, website ini bisa menjadi sarana saya untuk berbagi dan sharing seputar dunia digital yang mungkin bisa bermanfaat untuk kamu. Semoga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *